Kembali ku hela napas panjang saat aku menatap langit
Ya ! malam ini kembali bintang-bintang menemani kerinduanku
Dengan cahaya rembulan mengiringi langkahku
Dalam terpaan angin malam yang membelai kalbu
Angin malam..
Ya panggilan yang sangat cocok dengan pribadimu
bisa kurasa dan namun tak dapat merasa
bisa membelaiku namun tak dapat ku belai
bisa menyentuhku namun tak dapat ku sentuh
Angin Malam..
betapa aku sangat merindukan dia
namun apa daya hati terbelenggu
dengan pasang surut amarah dan kebencian
merengkuh membatasi jiwa
Angin malam..
Andai dia tahu betapa aku sangat merindukannya
andai dia tahu betapa sungguh berharga dirinya
andai dia tahu bahwa hati ini terasa perih karenanya
Angin malam..
Kembali aku pandangi sahabatmu
Kunang-kunang dan Lampu jalanan
Keduanya mampu memberikan ketenangan dan penerangan
Mampu membimbing jalan serta mencerahkan jiwa
Namun tahukah kau apa yang berbeda dengan mereka ?
Kunang-kunang dapat pergi tuk menerangi setiap jiwa
namun lampu jalanan tak pernah berpindah tempat tuk menerangi jiwa yang sepi
Angin malam..
Aku mengerti ia menginginkan kebebasan dan perhatian
Aku mengerti ia menginginkan belaian dan kasih sayang
aku mengerti ia menginginkan kebahagiaan yang hakiki
Namun salahkah jika aku ingin memberikannya pengertian ?
Salahkah aku yang hanya ingin memberikannya waktu agar dia bisa mengerti kehadiranku
Angin malam..
Ku harap engkau mengerti
Jiwa ini selalu ada untuknya
namun belum saatnya jiwa ini mendambakan jiwanya
biarlah ia mengerti akan hadirmu
Angin malam..
Sampaikan butiran mutiara ini ke dalam lubuk jiwanya
biarkan rasa ini berbaur dengan kebahagiaannya
berikan ia senyuman untuk setiap malamnya
Angin malam..
Temani dia malam ini
Batu, 30 March 2012
Aditya Pratama S
Angin Malam
Jumat, 30 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 comments:
Posting Komentar
Mohon Di komentari ya artikel saya :)