Jumat, 30 Maret 2012

Angin malam

Kembali ku hela napas panjang saat aku menatap langit
Ya ! malam ini kembali bintang-bintang menemani kerinduanku
Dengan cahaya rembulan mengiringi langkahku
Dalam terpaan angin malam yang membelai kalbu

Angin malam..
Ya panggilan yang sangat cocok dengan pribadimu
bisa kurasa dan namun tak dapat merasa
bisa membelaiku namun tak dapat ku belai
bisa menyentuhku namun tak dapat ku sentuh

Angin Malam..
betapa aku sangat merindukan dia
namun apa daya hati terbelenggu
dengan pasang surut amarah dan kebencian
merengkuh membatasi jiwa

Angin malam..
Andai dia tahu betapa aku sangat merindukannya
andai dia tahu betapa sungguh berharga dirinya
andai dia tahu bahwa hati ini terasa perih karenanya

Angin malam..
Kembali aku pandangi sahabatmu
Kunang-kunang dan Lampu jalanan
Keduanya mampu memberikan ketenangan dan penerangan
Mampu membimbing jalan serta mencerahkan jiwa
Namun tahukah kau apa yang berbeda dengan mereka ?
Kunang-kunang dapat pergi tuk menerangi setiap jiwa
namun lampu jalanan tak pernah berpindah tempat tuk menerangi jiwa yang sepi

Angin malam..
Aku mengerti ia menginginkan kebebasan dan perhatian
Aku mengerti ia menginginkan belaian dan kasih sayang
aku mengerti ia menginginkan kebahagiaan yang hakiki

Namun salahkah jika aku ingin memberikannya pengertian ?
Salahkah aku yang hanya ingin memberikannya waktu agar dia bisa mengerti kehadiranku

Angin malam..
Ku harap engkau mengerti
Jiwa ini selalu ada untuknya
namun belum saatnya jiwa ini mendambakan jiwanya
biarlah ia mengerti akan hadirmu

Angin malam..
Sampaikan butiran mutiara ini ke dalam lubuk jiwanya
biarkan rasa ini berbaur dengan kebahagiaannya
berikan ia senyuman untuk setiap malamnya

Angin malam..
Temani dia malam ini

Batu, 30 March 2012
Aditya Pratama S
Angin Malam

0 comments:

Posting Komentar

Mohon Di komentari ya artikel saya :)